Al-Ahqaf
Al-Ahqaf
Bukit-Bukit Pasir
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ
Bismi Allah ar-rahmani Ar-Rahim
- 1 حمۤ
ham
Haa, Miim.
- 2 تَنزِیلُ ٱلۡكِتَـٰبِ مِنَ ٱللَّهِ ٱلۡعَزِیزِ ٱلۡحَكِیمِ
Tanzil Al Kitab mina Allah al-'azizi Al-Hakimi
Diturunkan Al-Quran ini, dari Allah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.
- 3 مَا خَلَقۡنَا ٱلسَّمَـٰوَ ٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَمَا بَیۡنَهُمَاۤ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ وَأَجَلࣲ مُّسَمࣰّىۚ وَٱلَّذِینَ كَفَرُوا۟ عَمَّاۤ أُنذِرُوا۟ مُعۡرِضُونَ
ma khalakna As-samawa kepercayaan te Wal-ard wama illa bilhaqqi wa ajal musammam wal-lazina kafaruu unziru mu'ridun
(Ingatlah), tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya melainkan dengan ada gunanya yang benar dan dengan ada masa penghujungnya yang tertentu (yang padanya dijalankan pembalasan); dan orang-orang yang kafir berpaling dari menerima peringatan yang diberikan kepada mereka mengenainya.
- 4 قُلۡ أَرَءَیۡتُم مَّا تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَرُونِی مَاذَا خَلَقُوا۟ مِنَ ٱلۡأَرۡضِ أَمۡ لَهُمۡ شِرۡكࣱ فِی ٱلسَّمَـٰوَ ٰتِۖ ٱئۡتُونِی بِكِتَـٰبࣲ مِّن قَبۡلِ هَـٰذَاۤ أَوۡ أَثَـٰرَةࣲ مِّنۡ عِلۡمٍ إِن كُنتُمۡ صَـٰدِقِینَ
kul ma tedun min dune Allah aruni kha-la-ku mina Al-ard am lahum Syirik fei As-samawa kepercayaan Ituni beketab min kabli au asara in Sadiqina
Katakanlah (wahai Muhammad kepada orang-orang musyrik yang menentangmu): "Sudahkah kamu mengetahui kekuasaan dan kelayakan makhluk - makhluk yang kamu seru dan sembah yang lain dari Allah? Tunjukkanlah kepadaku apakah yang mereka ciptakan dari bahagian bumi ini? Atau adakah mereka mempunyai sebarang perkongsian (dengan Allah) dalam mencipta dan menguruskan langit? Bawalah kamu kepadaku sebuah Kitab (dari Allah) yang lain dari Al-Quran ini, atau sebarang keterangan yang berdasarkan ilmu (peninggalan orang-orang yang telah lalu) kalau betul kamu orang-orang yang benar (tentang dakwaan kamu itu)!"
- 5 وَمَنۡ أَضَلُّ مِمَّن یَدۡعُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَن لَّا یَسۡتَجِیبُ لَهُۥۤ إِلَىٰ یَوۡمِ ٱلۡقِیَـٰمَةِ وَهُمۡ عَن دُعَاۤىِٕهِمۡ غَـٰفِلُونَ
adallu Meman yadua min dune Allah mēn la yastajibu ila yaum Al-Qiyamah Wahum an dua-ihim Ghaafiliin
Dan tidak ada yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sesuatu yang lain dari Allah, yang tidak dapat menyahut atau memberikan sebarang pertolongan kepadanya (dari dunia) hinggalah ke hari kiamat, sedang makhluk-makhluk yang mereka sembah itu tidak dapat menyedari atau memberi layanan baik kepada permohonan mereka.
- 6 وَإِذَا حُشِرَ ٱلنَّاسُ كَانُوا۟ لَهُمۡ أَعۡدَاۤءࣰ وَكَانُوا۟ بِعِبَادَتِهِمۡ كَـٰفِرِینَ
wa iza husyira An-nas kanu lahum a'da waa kaanuu bi ibadatihim Kafirina
Dan apabila manusia dihimpunkan (untuk dihitung amalnya pada hari akhirat), menjadilah segala yang disembah itu musuh kepada orang-orang yang menyembahnya, dan segala yang disembah itu juga tidak mengakui serta mendustakan penyembahan mereka kepadanya.
- 7 وَإِذَا تُتۡلَىٰ عَلَیۡهِمۡ ءَایَـٰتُنَا بَیِّنَـٰتࣲ قَالَ ٱلَّذِینَ كَفَرُوا۟ لِلۡحَقِّ لَمَّا جَاۤءَهُمۡ هَـٰذَا سِحۡرࣱ مُّبِینٌ
wa iza tutla alaihim ayatuna kala Allażīna kafaruu lil-haqqi Lama haza seh-r mubin
Dan apabila dibacakan kepada mereka (yang kafir) ayat-ayat Quran kami yang jelas nyata, berkatalah mereka terhadap kebenaran (Al-Quran) bila sahaja disampaikan kepada mereka: "Ini ialah sihir yang nyata!".
- 8 أَمۡ یَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَیۡتُهُۥ فَلَا تَمۡلِكُونَ لِی مِنَ ٱللَّهِ شَیۡـًٔاۖ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَا تُفِیضُونَ فِیهِۚ كَفَىٰ بِهِۦ شَهِیدَۢا بَیۡنِی وَبَیۡنَكُمۡۖ وَهُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِیمُ
am yaqulun Iftarajahu kul Ini iftarajtuhu fala tamlikun Lei mina Allah hu a'lamu bima tufizun kafaa behi syahidan baini ubainakum Wahuwa Al-Ghafur Ar-Rahim
(Bukan setakat itu sahaja mereka katakan) bahkan mereka menuduh dengan berkata: "Muhammad telah merekakan Al-Quran itu." Katakanlah (Wahai Muhammad): "Kalau aku merekakan Al-Quran itu (maka tentulah aku tidak terlepas dari azab kesalahan itu) kerana kamu (dan juga yang lain dari kamu) tidak berkuasa memberikan daku sebarang perlindungan dari (azab) Allah. Allah lebih mengetahui akan (tuduhan-tuduhan yang tidak berasas) yang kamu perkatakan itu; cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dengan kamu, dan Dia lah jua Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani."
- 9 قُلۡ مَا كُنتُ بِدۡعࣰا مِّنَ ٱلرُّسُلِ وَمَاۤ أَدۡرِی مَا یُفۡعَلُ بِی وَلَا بِكُمۡۖ إِنۡ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا یُوحَىٰۤ إِلَیَّ وَمَاۤ أَنَا۠ إِلَّا نَذِیرࣱ مُّبِینࣱ
kul ma kuntu bid'an min Al-rusuli ma yufalu bei attabiu illa ma ilayya ana illa Nazir mubiin
Katakanlah lagi: "Bukanlah aku seorang Rasul pembawa ugama yang berlainan dari ugama yang dibawa oleh Rasul-rasul (yang telah lalu), dan aku tidak mengetahui apa yang akan dilakukan kepadaku dan kepada kamu. Aku tidak melakukan sesuatu melainkan menurut apa yang diwahyukan kepadaku, dan aku tidak lain hanyalah seorang Rasul pemberi amaran yang jelas nyata"
- 10 قُلۡ أَرَءَیۡتُمۡ إِن كَانَ مِنۡ عِندِ ٱللَّهِ وَكَفَرۡتُم بِهِۦ وَشَهِدَ شَاهِدࣱ مِّنۢ بَنِیۤ إِسۡرَ ٰۤءِیلَ عَلَىٰ مِثۡلِهِۦ فَـَٔامَنَ وَٱسۡتَكۡبَرۡتُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا یَهۡدِی ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّـٰلِمِینَ
kul Ara'tum in kana ende Allah wa kafartum behi wasyahida syahid Bani Isra kepercayaan il Ala mislihi Famena Wastakabartum Inna Allah Al-kaum Az-zalimin
Katakanlah lagi: "Bagaimana fikiran kamu jika Al-Quran ini (yang datangnya) dari Allah dan kamu mengingkarinya, pada hal ada seorang saksi dari Bani Israil memberi keterangan mengakui (sahnya Kitab) yang sama seperti Al-Quran ini, lalu ia percayakan (Al-Quran ini dari Allah), sedang kamu dengan sombong angkuh mengingkarinya? (Tidakkah dengan yang demikian kamu bersifat zalim)? Sesungguhnya Allah tidak memberi hidayah petunjuk kepada orang-orang yang zalim (yang degil dalam kekufurannya)".
- 11 وَقَالَ ٱلَّذِینَ كَفَرُوا۟ لِلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ لَوۡ كَانَ خَیۡرࣰا مَّا سَبَقُونَاۤ إِلَیۡهِۚ وَإِذۡ لَمۡ یَهۡتَدُوا۟ بِهِۦ فَسَیَقُولُونَ هَـٰذَاۤ إِفۡكࣱ قَدِیمࣱ
waqala Allażīna kafaruu lil-lazina amenua Lau kana khairan ma Wa-iz lam yahtedua behi Fasa yaqulun ifk kadim
Dan (kerana sombong angkuhnya orang-orang kafir itu) mereka berkata tentang kepercayaan orang-orang yang beriman: "Kalaulah (apa yang dibawa oleh Muhammad) itu perkara yang baik tentulah mereka tidak mendahului kami mempercayainya (kerana kamilah yang sepatutnya menerima segala kebaikan)!" Dan setelah mereka tidak dapat menerima petunjuk Al-Quran itu, (mereka memusuhinya) lalu mereka mencacinya dengan berkata: "Al-Quran ini ialah rekaan dusta yang sudah lama".
- 12 وَمِن قَبۡلِهِۦ كِتَـٰبُ مُوسَىٰۤ إِمَامࣰا وَرَحۡمَةࣰۚ وَهَـٰذَا كِتَـٰبࣱ مُّصَدِّقࣱ لِّسَانًا عَرَبِیࣰّا لِّیُنذِرَ ٱلَّذِینَ ظَلَمُوا۟ وَبُشۡرَىٰ لِلۡمُحۡسِنِینَ
vamin kablihi kitab Musa imam Warahmatan vahadha kitab musaddiqun lisan Arab Linzira Allażīna zalamu Wabushra Lil-muhsinina
(Bagaimana mereka tergamak mengatakan Al-Quran ini rekaan dusta yang telah lama?) Pada hal telah ada sebelumnya Kitab Nabi Musa yang menjadi ikutan dan rahmat (kepada umatnya); dan Al-Quran pula sebuah Kitab - yang mengesahkan kebenaran (kitab-kitab yang telah lalu), - diturunkan dalam bahasa Arab untuk memberi amaran kepada orang-orang yang zalim, dan berita gembira bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.
- 13 إِنَّ ٱلَّذِینَ قَالُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَـٰمُوا۟ فَلَا خَوۡفٌ عَلَیۡهِمۡ وَلَا هُمۡ یَحۡزَنُونَ
Inna Allażīna Allah summa Istaqamuu fala khaufun alaihim hum yahzanun
Sesungguhnya orang-orang yang menegaskan keyakinannya dengan berkata: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap teguh di atas jalan yang betul (dengan pengakuan iman dan tauhidnya itu), maka tidak ada kebimbangan (dari sesuatu yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita.
- 14 أُو۟لَـٰۤىِٕكَ أَصۡحَـٰبُ ٱلۡجَنَّةِ خَـٰلِدِینَ فِیهَا جَزَاۤءَۢ بِمَا كَانُوا۟ یَعۡمَلُونَ
ulaika Ashabu Al Jannah Khalidin fiha jaza bima kanu ya'malun
Merekalah ahli Syurga, tetap kekalah mereka di dalamnya, sebagai balasan bagi amal-amal soleh yang mereka telah kerjakan.
- 15 وَوَصَّیۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ بِوَ ٰلِدَیۡهِ إِحۡسَـٰنًاۖ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ كُرۡهࣰا وَوَضَعَتۡهُ كُرۡهࣰاۖ وَحَمۡلُهُۥ وَفِصَـٰلُهُۥ ثَلَـٰثُونَ شَهۡرًاۚ حَتَّىٰۤ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرۡبَعِینَ سَنَةࣰ قَالَ رَبِّ أَوۡزِعۡنِیۤ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِیۤ أَنۡعَمۡتَ عَلَیَّ وَعَلَىٰ وَ ٰلِدَیَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَـٰلِحࣰا تَرۡضَىٰهُ وَأَصۡلِحۡ لِی فِی ذُرِّیَّتِیۤۖ إِنِّی تُبۡتُ إِلَیۡكَ وَإِنِّی مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِینَ
wawasaina Al-insan beva kepercayaan ledayhi ihsanaan hamalathu Ummuhu kurhan wawaza'athu Wa-ham-luhu Wafesaluhu selasuna syahr iza balaga asyuddahu wabalağa Arbain kala Rabbi ozini Asyukur Ni'matak an'amta Alayya wa 'ala dan kepercayaan Ledaya a'lam soleh tarzahu waa-aslih Lei fei Zurriyyati Inni tubtu ilayka wa inni mina Al-Muslimin
Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung susah payah dan telah melahirkannya dengan menanggung susah payah. Sedang tempoh mengandungnya beserta dengan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa tiga puluh bulan. Setelah ia besar sampai ke peringkat dewasa yang sempurna kekuatannya dan sampai ke peringkat umur empat puluh tahun, berdoalah ia dengan berkata: "Wahai Tuhanku, ilhamkanlah daku supaya tetap bersyukur akan nikmatmu yang engkau kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku, dan supaya aku tetap mengerjakan amal soleh yang Engkau redai; dan jadikanlah sifat-sifat kebaikan meresap masuk ke dalam jiwa zuriat keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadamu, dan sesungguhnya aku dari orang-orang Islam (yang tunduk patuh kepadamu)".
- 16 أُو۟لَـٰۤىِٕكَ ٱلَّذِینَ نَتَقَبَّلُ عَنۡهُمۡ أَحۡسَنَ مَا عَمِلُوا۟ وَنَتَجَاوَزُ عَن سَیِّـَٔاتِهِمۡ فِیۤ أَصۡحَـٰبِ ٱلۡجَنَّةِۖ وَعۡدَ ٱلصِّدۡقِ ٱلَّذِی كَانُوا۟ یُوعَدُونَ
ulaika Allażīna netaqabbelu anhum Ahsan ma wana tajauazu an Ashabi wa'da As-sidqi allazi kanu yuoadun
Mereka (yang bersifat dengan sifat-sifat yang terpuji seperti itu) ialah orang-orang yang Kami terima dari mereka amalnya yang baik yang mereka telah kerjakan, dan Kami ampunkan kesalahan-kesalahannya; (mereka akan dimasukkan) dalam kumpulan ahli Syurga, sebagai memenuhi janji yang benar, yang telah dijanjikan kepada mereka.
- 17 وَٱلَّذِی قَالَ لِوَ ٰلِدَیۡهِ أُفࣲّ لَّكُمَاۤ أَتَعِدَانِنِیۤ أَنۡ أُخۡرَجَ وَقَدۡ خَلَتِ ٱلۡقُرُونُ مِن قَبۡلِی وَهُمَا یَسۡتَغِیثَانِ ٱللَّهَ وَیۡلَكَ ءَامِنۡ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقࣱّ فَیَقُولُ مَا هَـٰذَاۤ إِلَّاۤ أَسَـٰطِیرُ ٱلۡأَوَّلِینَ
Wallazi kala Leva kepercayaan ledayhi Uf lakuma Ata'idhanini ukh-raja Waqid Khaleti Al-Qurūnu min kabli vahuma yastaghitsan Allah wailaka Amin Inna wa'da Allah Hak fayakulu ma asatiru Al-awwalin
Dan (sebaliknya amatlah derhakanya) orang yang berkata kepada kedua ibu bapanya (ketika mereka mengajaknya beriman): "Ah! Bosan perasaanku terhadap kamu berdua! Patutkah kamu menjanjikan kepadaku bahawa aku akan dibangkitkan keluar dari kubur, padahal berbagai umat sebelumku telah berlalu (masih lagi belum kembali)? " Sambil mendengar kata-katanya itu - ibu bapanya merayu memohon pertolongan Allah (menyelamatkan anak mereka) serta berkata (kepada anaknya yang ingkar itu): "Selamatkanlah dirimu! Berimanlah (tentang hidup semula menerima balasan amal)! Sesungguhnya janji Allah tetap benar". Lalu ia menjawab (dengan angkuhnya): "Semuanya itu hanyalah cerita-cerita dongeng orang-orang dahulu kala!"
- 18 أُو۟لَـٰۤىِٕكَ ٱلَّذِینَ حَقَّ عَلَیۡهِمُ ٱلۡقَوۡلُ فِیۤ أُمَمࣲ قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِهِم مِّنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِۖ إِنَّهُمۡ كَانُوا۟ خَـٰسِرِینَ
ulaika Allażīna Hakka alaihimu Al qaul umam Kad Khalat min min Al-Jinn Innahum kanu Khasirin
Mereka (yang ingkar derhaka seperti itu) ialah orang-orang yang tetap menerima hukuman (azab) bersama-sama dengan umat-umat yang terdahulu daripada mereka - dari kalangan jin dan manusia; kerana sesungguhnya mereka telah menyebabkan diri mereka menjadi orang-orang yang rugi.
- 19 وَلِكُلࣲّ دَرَجَـٰتࣱ مِّمَّا عَمِلُوا۟ۖ وَلِیُوَفِّیَهُمۡ أَعۡمَـٰلَهُمۡ وَهُمۡ لَا یُظۡلَمُونَ
Walikul mimma Wali yuffiyahum a'amaalhum Wahum yuzlamun
Dan bagi mereka masing-masing (dari puak jin dan manusia - yang berbuat baik dan yang berbuat jahat) disediakan berbagai peringkat (balasan) yang sesuai dengan apa yang mereka telah kerjakan, dan (ketetapan yang demikian ialah) supaya Allah menyempurnakan bagi mereka balasan amal-amal mereka, sedang mereka tidak dirugikan (sedikitpun).
- 20 وَیَوۡمَ یُعۡرَضُ ٱلَّذِینَ كَفَرُوا۟ عَلَى ٱلنَّارِ أَذۡهَبۡتُمۡ طَیِّبَـٰتِكُمۡ فِی حَیَاتِكُمُ ٱلدُّنۡیَا وَٱسۡتَمۡتَعۡتُم بِهَا فَٱلۡیَوۡمَ تُجۡزَوۡنَ عَذَابَ ٱلۡهُونِ بِمَا كُنتُمۡ تَسۡتَكۡبِرُونَ فِی ٱلۡأَرۡضِ بِغَیۡرِ ٱلۡحَقِّ وَبِمَا كُنتُمۡ تَفۡسُقُونَ
wayom yu-radh-u Allażīna kafaruu alai An-nar azhabtum thayyibatikum fei hayatikumu Dunia wastamta'tum beha Fal-yawma tuj-owan azab al-huni bima testakbirun fei Al-ard begair Al-Hakki wobima Tafsukuna
Dan (ingatlah), semasa orang-orang kafir didedahkan kepada neraka (serta dikatakan kepada mereka): "Kamu telah habiskan nikmat-nikmat kesenangan kamu dalam kehidupan dunia kamu, dan kamu telah bersenang-senang menikmatinya; maka pada hari ini kamu dibalas dengan azab yang menghina kerana kamu berlaku sombong takbur di muka bumi dengan tidak berdasarkan alasan yang benar, dan kerana kamu sentiasa berlaku fasik"
- 21 ۞ وَٱذۡكُرۡ أَخَا عَادٍ إِذۡ أَنذَرَ قَوۡمَهُۥ بِٱلۡأَحۡقَافِ وَقَدۡ خَلَتِ ٱلنُّذُرُ مِنۢ بَیۡنِ یَدَیۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦۤ أَلَّا تَعۡبُدُوۤا۟ إِلَّا ٱللَّهَ إِنِّیۤ أَخَافُ عَلَیۡكُمۡ عَذَابَ یَوۡمٍ عَظِیمࣲ
Wazkur akha adin iz anzara kaumahu Bil-ahkaf Waqid Khaleti An-nuzur bain yadaihi Alla ta'budu illa Allah akhafu alaikum azab yaum azim
Dan ingatlah peristiwa (Nabi Hud) saudara kaum Aad, ketika ia memberi amaran kepada kaumnya yang tinggal di lembah "Al-Ahqaaf", - sedang (amarannya itu samalah seperti) amaran-amaran yang telah diberikan oleh Rasul-rasul yang terdahulu daripadanya dan yang datang sesudahnya - (dengan berkata): "Janganlah kamu menyembah melainkan Allah, sesungguhnya aku bimbang kamu akan beroleh azab hari yang besar (huru-haranya)".
- 22 قَالُوۤا۟ أَجِئۡتَنَا لِتَأۡفِكَنَا عَنۡ ءَالِهَتِنَا فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَاۤ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِینَ
Qaalu ajitna Le ta'fikna alihatina Fa'tina bima ta'iduna in konta mina As-sadiqin
Mereka menjawab: "Adakah engkau datang kepada kami untuk memesongkan kami dari menyembah tuhan-tuhan kami? Maka bawalah azab seksa yang engkau janjikan kepada kami itu jika betul engkau dari orang-orang yang benar!"
- 23 قَالَ إِنَّمَا ٱلۡعِلۡمُ عِندَ ٱللَّهِ وَأُبَلِّغُكُم مَّاۤ أُرۡسِلۡتُ بِهِۦ وَلَـٰكِنِّیۤ أَرَىٰكُمۡ قَوۡمࣰا تَجۡهَلُونَ
kala Al-ilm-u enda Allah wa uballighukum ursiltu behi walakini Ariákum kaumen tajhaluna
Nabi Hud berkata: "Sesungguhnya ilmu pengetahuan (tentang kedatangan azab itu) hanya ada di sisi Allah, dan (tugasku hanya) menyampaikan kepada kamu apa yang aku diutuskan membawanya, tetapi aku lihat kamu satu kaum yang jahil (akan tugas Rasul)!"
- 24 فَلَمَّا رَأَوۡهُ عَارِضࣰا مُّسۡتَقۡبِلَ أَوۡدِیَتِهِمۡ قَالُوا۟ هَـٰذَا عَارِضࣱ مُّمۡطِرُنَاۚ بَلۡ هُوَ مَا ٱسۡتَعۡجَلۡتُم بِهِۦۖ رِیحࣱ فِیهَا عَذَابٌ أَلِیمࣱ
falamā raawhu aridan mustakbil audiyatihim haza aariz mumtiruna hu ma ista'jaltum reih fiha azab alim
Maka apabila mereka melihat azab itu sebagai awan yang menghala ke lembah-lembah mereka, mereka berkata: "Ini ialah awan yang akan membawa hujan kepada kita!" (Mendengarkan kata-kata yang demikian, Nabi Hud berkata): "Tidak! Bahkan itulah (azab) yang kamu minta disegerakan kedatangannya, iaitu angin yang membawa azab seksa yang tidak terperi sakitnya;
- 25 تُدَمِّرُ كُلَّ شَیۡءِۭ بِأَمۡرِ رَبِّهَا فَأَصۡبَحُوا۟ لَا یُرَىٰۤ إِلَّا مَسَـٰكِنُهُمۡۚ كَذَ ٰلِكَ نَجۡزِی ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡمُجۡرِمِینَ
tudammiru kulla syai be-am-ri Rabbi-ha fa'asbahu illa masaakinuhum kaza kepercayaan leka najzi Al-kaum Al-mujrimina
"Yang menghancur leburkan segala-galanya dengan izin Tuhannya". (Setelah azab itu menimpa mereka) maka menjadilah mereka (punah ranah) - tidak ada yang kelihatan melainkan tempat-tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami membalas kaum yang berdosa.
- 26 وَلَقَدۡ مَكَّنَّـٰهُمۡ فِیمَاۤ إِن مَّكَّنَّـٰكُمۡ فِیهِ وَجَعَلۡنَا لَهُمۡ سَمۡعࣰا وَأَبۡصَـٰرࣰا وَأَفۡـِٔدَةࣰ فَمَاۤ أَغۡنَىٰ عَنۡهُمۡ سَمۡعُهُمۡ وَلَاۤ أَبۡصَـٰرُهُمۡ وَلَاۤ أَفۡـِٔدَتُهُم مِّن شَیۡءٍ إِذۡ كَانُوا۟ یَجۡحَدُونَ بِـَٔایَـٰتِ ٱللَّهِ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ یَسۡتَهۡزِءُونَ
Wa-lakd makkanaahum Feima in Makkanakum fiye Waja'alna lahum sam'a wa bsaran wafidatin aghna anhum semeuhum wala absaruhum wala afidatuhum min syai iz kanu yahaduna Beayati Allah vahak ma kanu behi yastahziun
Dan demi sesungguhnya! Kami telah meneguhkan kedudukan mereka (dengan kekuasaan dan kemewahan) yang tidak Kami berikan kamu menguasainya (wahai kaum musyrik Makkah), dan Kami telah jadikan bagi mereka pendengaran dan penglihatan serta hati; dalam pada itu, pendengaran dan penglihatan serta hati mereka tidak memberikan faedah sedikitpun kepada mereka, kerana mereka sentiasa mengingkari ayat-ayat keterangan Allah; dan (dengan yang demikian) mereka diliputi oleh azab yang mereka telah ejek-ejek itu.
- 27 وَلَقَدۡ أَهۡلَكۡنَا مَا حَوۡلَكُم مِّنَ ٱلۡقُرَىٰ وَصَرَّفۡنَا ٱلۡـَٔایَـٰتِ لَعَلَّهُمۡ یَرۡجِعُونَ
Wa-lakd ma hawlakum min Al-Qura wassarrafna Al-ayati la'allahum yarjihun
Dan demi sesungguhnya! Kami telah binasakan negeri-negeri yang ada di sekeliling (negeri) kamu (wahai kaum musyrik Makkah), dan Kami telah menerangkan tanda-tanda (kekuasaan Kami) dengan berbagai cara, supaya mereka kembali (bertaubat).
- 28 فَلَوۡلَا نَصَرَهُمُ ٱلَّذِینَ ٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ قُرۡبَانًا ءَالِهَةَۢۖ بَلۡ ضَلُّوا۟ عَنۡهُمۡۚ وَذَ ٰلِكَ إِفۡكُهُمۡ وَمَا كَانُوا۟ یَفۡتَرُونَ
Falolla nasrahumu Allażīna min dune Allah Korban Aliha zallu vaza kepercayaan leka ifkuhum wama kanu yaftarun
Maka sepatutnya mereka dibela oleh segala yang mereka sembah yang lain dari Allah sebagai penyembahan untuk mendekatkan diri (kepada Allah)? (Tetapi tidak), bahkan segala yang mereka sembah itu telah hilang lenyap dari mereka. Dan demikianlah akibat penyelewengan mereka dan kepercayaan yang mereka telah ada-adakan.
- 29 وَإِذۡ صَرَفۡنَاۤ إِلَیۡكَ نَفَرࣰا مِّنَ ٱلۡجِنِّ یَسۡتَمِعُونَ ٱلۡقُرۡءَانَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوۤا۟ أَنصِتُوا۟ۖ فَلَمَّا قُضِیَ وَلَّوۡا۟ إِلَىٰ قَوۡمِهِم مُّنذِرِینَ
Wa-iz sarfna ilayka nafaran min Al-Jinn yastami'una al-qur'ana falamā hazharuhu Qaalu ansitu falamā Kuziya wallau ila kaumihim munzirin
Dan (ingatkanlah peristiwa) semasa Kami menghalakan satu rombongan jin datang kepadamu (wahai Muhammad) untuk mendengar Al-Quran; setelah mereka menghadiri bacaannya, berkatalah (setengahnya kepada yang lain): "Diamlah kamu dengan sebulat-bulat ingatan untuk mendengarnya!" Kemudian setelah selesai bacaan itu, kembalilah mereka kepada kaumnya (menyiarkan ajaran Al-Quran itu dengan) memberi peringatan dan amaran.
- 30 قَالُوا۟ یَـٰقَوۡمَنَاۤ إِنَّا سَمِعۡنَا كِتَـٰبًا أُنزِلَ مِنۢ بَعۡدِ مُوسَىٰ مُصَدِّقࣰا لِّمَا بَیۡنَ یَدَیۡهِ یَهۡدِیۤ إِلَى ٱلۡحَقِّ وَإِلَىٰ طَرِیقࣲ مُّسۡتَقِیمࣲ
Ya qawmana sami'na kitaban unzila ba'di Musaddiqan lima baina yadaihi yahdi ila Al-Hakki wa ila tarik mustakim
Mereka berkata: "Wahai kaum kami! Sesungguhnya kami telah mendengar Kitab (Al-Quran) yang diturunkan (oleh Allah) sesudah Nabi Musa, yang menegaskan kebenaran Kitab-kitab Suci yang terdahulu daripadanya, lagi, memandu kepada kebenaran (tauhid) dan ke jalan yang lurus (ugama Islam)
- 31 یَـٰقَوۡمَنَاۤ أَجِیبُوا۟ دَاعِیَ ٱللَّهِ وَءَامِنُوا۟ بِهِۦ یَغۡفِرۡ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمۡ وَیُجِرۡكُم مِّنۡ عَذَابٍ أَلِیمࣲ
Ya qawmana ajibu Da'iyah Allah wa-aminu behi yaghfir min zunubikum Wayujirkum azabin
"Wahai kaum kami! Sahutlah (seruan) Rasul (Nabi Muhammad) yang mengajak ke jalan Allah, serta berimanlah kamu kepadanya, supaya Allah mengampunkan sebahagian dari dosa-dosa kamu, dan menyelamatkan kamu dari azab seksa yang tidak terperi sakitnya.
- 32 وَمَن لَّا یُجِبۡ دَاعِیَ ٱللَّهِ فَلَیۡسَ بِمُعۡجِزࣲ فِی ٱلۡأَرۡضِ وَلَیۡسَ لَهُۥ مِن دُونِهِۦۤ أَوۡلِیَاۤءُۚ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ فِی ضَلَـٰلࣲ مُّبِینٍ
Waman la yujib Da'iyah Allah falaysa bimujiz fei Al-ard walaisa min ulaika fei dhalal mubin
"Dan sesiapa tidak menyahut (seruan) Rasul yang mengajaknya ke jalan Allah, maka ia tidak akan dapat melepaskan diri (dari balasan azab walau ke mana sahaja ia melarikan diri) di bumi, dan ia tidak akan beroleh sesiapapun - yang lain dari Allah - sebagai pelindung-pelindung yang membelanya; mereka (yang demikian sifatnya) adalah dalam kesesatan yang nyata".
- 33 أَوَلَمۡ یَرَوۡا۟ أَنَّ ٱللَّهَ ٱلَّذِی خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَ ٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَلَمۡ یَعۡیَ بِخَلۡقِهِنَّ بِقَـٰدِرٍ عَلَىٰۤ أَن یُحۡـِۧیَ ٱلۡمَوۡتَىٰۚ بَلَىٰۤۚ إِنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَیۡءࣲ قَدِیرࣱ
Awalam yaroa anna Allah allazi khalak As-samawa kepercayaan te Wal-ard wa lam Ya'ya bekhalkihinna bekadir an Yuhya bala Innahu Ala kulli syai Kadir
Masihkah mereka ingkar dan tidak mahu memikir serta mengetahui bahawa sesungguhnya Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan tidak mengalami kesukaran dalam menciptakannya - berkuasa menghidupkan makhluk-makhluk yang telah mati? Sudah tentu berkuasa! Sesungguhnya Ia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.
- 34 وَیَوۡمَ یُعۡرَضُ ٱلَّذِینَ كَفَرُوا۟ عَلَى ٱلنَّارِ أَلَیۡسَ هَـٰذَا بِٱلۡحَقِّۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ وَرَبِّنَاۚ قَالَ فَذُوقُوا۟ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡفُرُونَ
wayom yu-radh-u Allażīna kafaruu alai An-nar alaysa haza Wa rabbena kala fazuku Al-azab bima takfurun
Dan (ingatlah) hari orang-orang yang kafir didedahkan kepada neraka, (lalu dikatakan kepada mereka): "Bukankah (azab) neraka ini benar?" Mereka menjawab: "Ya, benar, demi Tuhan kami!" (Setelah itu) dikatakan lagi (kepada mereka): "Maka sekarang rasalah azab seksa dengan sebab kamu kufur ingkar di dunia dahulu. "
- 35 فَٱصۡبِرۡ كَمَا صَبَرَ أُو۟لُوا۟ ٱلۡعَزۡمِ مِنَ ٱلرُّسُلِ وَلَا تَسۡتَعۡجِل لَّهُمۡۚ كَأَنَّهُمۡ یَوۡمَ یَرَوۡنَ مَا یُوعَدُونَ لَمۡ یَلۡبَثُوۤا۟ إِلَّا سَاعَةࣰ مِّن نَّهَارِۭۚ بَلَـٰغࣱۚ فَهَلۡ یُهۡلَكُ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡفَـٰسِقُونَ
fasbir sabar ulu Al-'azmi mina Al-rusuli tasta'jil ka'annahum yaum yarawona ma yuoadun lam yalbathua illa saa'ah min nahari Balaagh fahal yolku illa Al-kaum Al-fasiqun
(Jika demikian akibat orang-orang kafir yang menentangmu wahai Muhammad) maka bersabarlah engkau sebagaimana sabarnya Rasul-rasul "Ulil-Azmi" (yang mempunyai keazaman dan ketabahan hati) dari kalangan Rasul-rasul (yang terdahulu daripadamu); dan janganlah engkau meminta disegerakan azab untuk mereka (yang menentangmu itu). Sesungguhnya keadaan mereka semasa melihat azab yang dijanjikan kepada mereka, merasai seolah-olah mereka tidak tinggal (di dunia) melainkan sekadar satu saat sahaja dari siang hari. (Penerangan yang demikian) cukuplah menjadi pelajaran (bagi orang-orang yang mahu insaf). Maka (ingatlah) tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik - derhaka.
This surah in other languages
- বাংলা আল-আহকাফ
- Bosanski El-Ahkaf
- Deutsch Al-Ahqaf
- English Al-Ahqaf
- Español Al-Ahqaf
- فارسی احقاف
- Français Al-Aḥqāf
- Hausa Al-Aḥqāf
- עברית אל-אחקאף
- हिन्दी अल-अहकाफ
- Bahasa Indonesia Al-Ahqaf
- 日本語 アル=アフカーフ
- 한국어 알아흐카프
- کوردی Əl-Əhqaf
- Bahasa Melayu Al-Ahqaf
- Nederlands Al-Ahqaaf
- پنجابی الاحقاف
- ਪੰਜਾਬੀ ਅਲ-ਅਹਕਾਫ
- پښتو الاحقاف
- Português Al-Ahqaf
- Русский Аль-Ахкаф
- Soomaaliga Al-Axqaaf
- Shqip El-Ahqaf
- Kiswahili Al-Ahqaf
- தமிழ் அல்-அஹ்காஃப்
- ไทย อัล-อะห์กอฟ
- Türkçe El-Ahkaf
- اردو الاحقاف
- Oʻzbek Ал-Аҳқоф
- 中文 艾哈嘎弗